Rumput tetangga selalu terlihat lebih hijau ulasan film "Sebelum Pagi Terulang Kembali" yang tayang di TVRI pada 29 September 2020. Hidup dia enak, ya, pasti tidak ada masalah. Pernah dengar kalimat tersebut? Atau pernah mengungkapkan kalimat tersebut? Membandingkan kehidupan kita dengan orang lain, padahal pepatah berkata dengan jelas bahwa rumput tetangga terlihat lebih hijau. Jawaban atas keresahan itu terjawab dalam film "sebelum pagi terulang kembali" karya sutradara Lasja F. Susatyo yang mengangkat sebuah kisah keluarga yang diwarnai polemik kehidupan. Ceritanya yang kompleks hampir saya sangka bahwa film ini non-linier, gabungan isu keluarga, pekerjaan, korupsi, integritas, perselingkuhan, stigma masyarakat, dan perbandingan antar kehidupan sendiri terbangun baik dalam film ini. Film yang didukung oleh Komisi Pemberantasan Korupsi (KPK) ini sangat membuka mata penonton tentang masalah korupsi, awal terjadinya tindak pidana korupsi hingga sanksi akan pelakunya...
Postingan
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Kematian: bagi yang ditinggalkan, yang sedih semakin sedih Ulasan Film Kembalilah dengan Tenang yang Tayang di TVRI 24 September 2020 Kematian adalah kepastian bagi semua yang hidup, misteri akan waktu kematian membuat ketakutan-ketakutan internal dalam diri setiap makhluk. Kesedihan yang timbul akibat kematian menimpa makhluk-makhluk lain di sekitarnya, khususnya manusia. Ditinggalkan seseorang menuju hakikatnya pada sang pencipta membuat si hidup mereaksikan respon tangis, depresi, dan lain-lain. Kematian dalam eksistensinya dalam manusia, si makhluk paling serakah di bumi, menjadi sebuah hal yang dimanfaatkan oleh manusia lain, memanfaatkan kesedihan dan limit waktu yang ada, seperti dalam kisah Agung, remaja 18 tahun yang meninggal. Sebagai anak tunggal, orang tuanya tentu merasa kehilangan yang amat mendalam. Keadaan ekonomi orang tua yang kekurangan semakin ditambah benturan-benturan lain disaat yang sama saat anaknya meninggal, mulai dari supir ambulan yang meminta tip, harga ta...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Apalah Ber-arti-nya Sebuah Nama Ulasan Film Pendek Onomastika yang tayang di TVRI 24 September 2020 Ungkapan "apalah arti sebuah nama" memang harus dihempas sejauh-jauhnya, apapun argumen mengenai itu pasti akan tertampar ketika dihadirkan dalam keadaan tanpa nama, nama bukanlah sebuah hal remeh tak berarti, nama bisa menimbulkan masalah. Bahkan sesuatu yang tak bernama pun akhirnya menjadi masalah. Situasi tanpa nama itu dihadirkan dalam film arahan Loeloe Hendra melalui kisah Seorang Anak Laki-laki yang hidup dengan Kakeknya setelah orang tuanya meninggal. Ia tidak sekolah, hanya diajarkan oleh Kakeknya, Kakeknya pernah dongen tentang sebuah desa dengan fenomena susah tidur yang menimpa seluruh warga, sampai mereka lupa nama mereka masing-masing. Hal itu pula yang menimpanya, Ia tidak memiliki nama, namun keadaan Anak Laki-laki itu justru berbanding terbalik dengan Kakeknya, Kakeknya memiliki banyak nama dalam banyak bidang, menjadi Abu Asma ketika menulis cerpen untuk kor...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Pertemuan, Isu Cinta, Meninggalkan dan Ditinggalkan Ulasan Film Salawaku yang tayang di TVRI pada 23 September, 2020 Pertemuan memang sebuah kejadian unik yang semesta perbuat bagi penghuninya. Pertemuan adalah sebuah awal, awal dari kisah bahagia maupun tragis, karena pertemuan pasti akan berakhir dengan meninggalkan atau ditinggalkan. Begitu juga yang terjadi pada Salawaku, bocah laki-laki etnis Ambon asal Pulau Seram, Maluku yang bertemu dengan wanita Jakarta yang sedang berlibur, Saras. Pertemuan mereka menjadi awal kisah perjalanan mereka bersama Kawanua menuju Piru dan menemui Binaya, kakak Salawaku sekaligus kekasih Kawanua. Pertemuan mereka menjadi sebuah kisah yang diakhiri kebahagiaan, diselingi kisah pilu, marah, ambisi, jenaka hingga perbedaan. Juga siapa yang sangka, bahwa pertemuan mereka mengarah pada satu isu yang sama-sama melatarbelakangi kisah mereka kini, cinta. Obrolan kecil Kawanua dan Saras saat bermalam di bibir pantai membuka isu tentang cinta, terus berlanjut ...
- Dapatkan link
- X
- Aplikasi Lainnya
Karya Edukasi, bukan Estetika Ulasan film 1000 Potret di antara 2 sosok yang tayang di TVRI pada Selasa, 22 September 2020. Film yang didukung oleh Kementrian Pendidikan dan Kebudayaan tahun 2012 ini memang cocok ditayangkan di televisi dan menjadi program edukasi bagi penontonnya, narasinya secara garis besar syarat akan nilai-nilai edukatif. Namun, narasinya memunculkan banyak pertanyaan juga terkait kesinambungan cerita. Iben, tokoh utama yang bekerja sebagai jurnalis lepas yang selalu membawa kamera kemanapun sebagai sarana mengumpulkan bahan reportase, telah lulus sarjana dan berniat melanjutkan studi paska sarjana di Amerika seperti kakak-kakaknya yang melanjutkan studi ke luar negeri, tetapi harapan Iben pupus karena ia ditolak beasiswa dan berdalih bahwa ia tidak bisa studi ke Amerika tanpa beasiswa, untuk ongkos saja tidak punya. Tetapi nyatanya, Iben adalah anak dari seorang juragan sapi, bahkan Abah (ayah Iben) mampu mempekerjakan beberapa orang untuk mengurus sapi-sapinya. ...